YANG GUIFEI KECANTIKAN YANG MENAKLUKKAN

Yang Guifei

Alkisah seorang kaisar Ming begitu terobsesi pada gadis dayang ibunya sehingga tak lama setelah naik tahta ia langsung menjadikan gadis dayang itu sebagai selirnya. Tak selayaknya para kaisar yang punya banyak selir dan kekasih, sang kaisar tetap setiap pada satu wanita selama 23 tahun dan hanya dipisahkan oleh maut ketika sang gadis dayang meninggal. Setahun kemudian giliran sang kaisar yang menyusul. Kabarnya karena tak tahan merana memendam kesedihan sepeninggal selir kesayangannya itu.
Kaisar semacam itu sepanjang sejarah Tiongkok yang maha panjang, tidaklah banyak ditemui. Yang sering kita dengar justru adalah kaisar yang sengaja menggunakan kekuatan dan kekuasaanya untuk memuaskan napsu. Semisal Kaisar Shun (memerintah 1333-1368) dari Dinasti Yuan yang setiap tahun khusus mengumpulkan gadis-gadis dari wilayahnya, atau Kaisar Wu Zong (memerintah 1506-1522) yang suka mengambil gadis manapun yang disukainya bila sedang lakukan perjalanan ke luar istana.

Namun demikian, tak sedikit kaisar-kaisar Tiongkok yang romantis dalam memadu kasih. Kaisar Tang Mu Zong (memerintah 821-825) dikenal sebagai kaisar yang sangat romantis. Sebelum berkasihan dengan selir pilihannya, dia akan menuliskan sebuah puisi di atas blus sutera. Selir pilihan akan mengenakan blus sutera itu saat dipanggil masuk ke dalam kamar kaisar, dan saat bercinta Kaisar Mu Zong akan mendeklamasikan puisi yang dibacakannya.
Kaisar Tang lainnya, Li Yu (memerintah 962-978) juga dikenal sebagai penguasa Tiongkok yang luar biasa romantis. Ia seorang pelukis, sastrawan dan kaligrafis, serta pemain catur dan kecapi yang baik. Ratunya juga berbakat musik dan puisi serta pandai menciptakan lagu. Pasangan ini kerap habiskan waktu mereka berdua dengan membaca puisi, menulis puisi atau memainkan alat musik. Sayangnya kepandaian seni ini tak cocok untuk mengatasi negeri tetangga mereka yang haus kekuasaan, sehingga Li Yu pun kemudian dicatat sejarah mati di dalam penjara.

Kaisar yang paling romantis sepanjang masa Tang boleh dibilang adalah Tang Xuan Zong(memerintah 713-756) yang menggunakan jasa kupu-kupu gajah (Rama-rama) untuk memilih selirnya. Ironisnya ia malah jatuh cinta pada seorang biksuni yang pernah menjadi selir ayahnya . (Mantan selir kaisar biasanya diminta menjadi biksuni bila suaminya mangkat!)

Cinta Xuan Zong pada Selir Yang harus dibayar mahal karena Selir Yang ternyata membuatnya mabuk kepayang. Ia habiskan banyak uang untuk memanjakan selirnya termasuk memperindah kolam air panas di Istana Huaqing. Xuan Zong sungguh terbuai dan melupakan urusan negara hingga negeri Tang nyaris tumbang di tangan musuhnya.

Hubungan cinta Selir Yang dengan anak angkatnya An Lu Shan yang ternyata dalang pemberontakan membuat Xuan Zong terpaksa meminta selir yang dikenal dengan nama Yang Guifei itu bunuh diri di Mawei dengan menggunakan sehelai selendang sutera. Konon karena masih cinta Xuan Zong sempat memesankan buah leci dari selatan, namun Yang Guifei sudah keburu mati sebelum menikmati buah Leci kesukaannya. Seorang perempuan miskin konon pernah menghadap kaisar dan mengklaim dirinya memiliki selendang sutra yang digunakan Yang Guifei untuk gantung diri. Xuan Zong begitu terobsesi sehingga ia memberi banyak uang untuk membeli selendang sutra yang ternyata adalah palsu.

7 tahun kemudian, Xuan Zong yang sudah pensiun jadi kaisar, kembali ke ibukota dari pengasingannya. Hatinya begitu hancur mengenang Yang Guifei saat melangkah kembali ke istananya. Bibirnya tanpa henti terus menyebutnya nama Yang Guifei. Kisah ini kemudian menjadi inspirasi bagi Bo Zhuyi, sasatrawan masa Tang untuk menulis “Nyanyian Duka Lara Abadi” untuk Yang Guifei dan Xuan Zong. Selir Yang dimakamkan di Mawei, namun ada kabar yang menyebut Xuan Zong tak pernah sungguh menghukum mati Selir Yang. Selir Yang konon diminta kabur ke kepulauan di Jepang sedang seorang gadis lain diperintahkan mati untuk menggantikannya. Selir Yang lalu menetap di kepulauan Jepang itu dan meninggal di sana. Keraguan tentang kebenaran kisah kematian Selir Yang ini muncul setelah ditemukan sebuah makam dengan nama Yang Yuhuan atau Yang Guifei di sebuah kepulauan Jepang.

Twitter Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: