NUNUN TERNYATA TIDAK PIKUN

Nunun Nurbaeti, tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom yang sebelumnya mengaku mengalami lupa ingatan berat ternyata tidak terbukti. dia masih bisa menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan terkait dengan identitasnya dan kenapa dia berada di KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyimpulkan Nunun tak mengalami masalah pada memorinya. Nunun tidak sakit lupa seperti yang dikemukakan dokter pribadinya, Andreas Harry, saat kasus itu terungkap.

Kesimpulan tersebut diungkapkan juru bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, kemarin. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan oleh penyidik dan dokter KPK, Senin (12/12), Nunun hanya mengalami sakit yang bersifat fisik dan tidak ditemukan permasalahan dengan ingatannya.

“Dalam pemeriksaan awal itu, Nunun bisa menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan terkait identitasnya dan kenapa dia berada di KPK. Dia bisa bicara dengan baik. Dia mengenal suaminya siapa dan lain-lain,” jelas Johan.

Ia menambahkan, pemeriksaan belum masuk materi kasus karena harus terhenti setelah tersangka mengeluh sakit dan seolah-olah akan pingsan. Untuk memastikan kondisi ingatan Nunun ke depan, KPK akan memintasecond opinion dari dokter ahli lain terkait dengan klaim Andreas.
“Kita periksa dulu. Nanti kalau dalam pemeriksaan mengatakan lupa dan ada argumentasi dari Nunun dia sakit ingatan, baru kita minta second opinion,” terang Johan.

Terkait dengan hal itu, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengingatkan dokter Andreas Harry soal profesionalisme dan kode etik dokter. “Ada sanksi di Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia,” tegasnya, kemarin.

Setelah raib 22 bulan, Nunun yang ditangkap di rumah mewah di Bangkok, Thailand, Sabtu (10/12), hingga kemarin masih dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. KPK pun masih menunggu kepastian dari dokter RS Polri dan dokter KPK sehingga ia bisa diperiksa lagi.

Sosok kunci
Nunun merupakan sosok kunci untuk membongkar kasus yang juga melibatkan 26 anggota DPR periode 1999-2004 tersebut. Suami Nunun, Adang Daradjatun, juga telah membuka rekaman antara ia dan empat penyidik KPK di rumah mantan Wakapolri itu pada 30 Desember 2010.

Dalam rekaman tersebut, penyidik menyebut mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom sebagai motivator untuk memberi dana suap bagi pemenangan dirinya. Sebaliknya, Nunun disangkakan membagi-bagikan 480 lembar cek senilai Rp24 miliar kepada anggota Komisi XI DPR.

Karena itu pula, banyak pihak yang meminta Nunun berkata jujur dan membeberkan semua yang ia ketahui. Tak kurang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin Nunun akan menjadi pengungkap kasus.

“Bukan hanya bisa, melainkan akan jadi whistle blower, peniup peluit. Ibu Nunun harus membuka (informasi). Kalau tidak, Ibu Nunun jadi korban sendiri,” ujar JK di sela penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada pendonor darah di Jakarta Convention Center, kemarin.

Terkait dengan posisi Miranda, kemarin Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyetujui permintaan KPK untuk kembali mengeluarkan surat cegah yang berlaku hingga 12 Juni 2012. Miranda sempat masuk daftar cegah pada 25 Oktober 2010 selama setahun.

Twitter Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: