ANGELINA SONDAKH, PACARI PENYIDIK KPK

Kasus Korupsi Angie Masih Disidik KPK

Kasus Korupsi Angie Masih Disidik KPK

Angelina Sondakh ditengarai terlibat asmara dengan seorang penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tentu saja jalinan asmara ini tidak bisa dianggap wajar, sebab Angie saat ini sedang diduga terlibat korupsi Wisma Atlet dimana kasus itu masih diusut KPK.

Motif ‘asmara’ ini diyakini bisa mempengaruhi hasil penyidikan korupsi Angie. Kekasih Angie ini seorang perwira polisi berinisial B. Perwira menengah berpangkat Komisaris Polisi itu bisa dikenai sanksi melanggar kode etik.

“Ada indikasi, sedang kami periksa dan dalami,” kata Ketua KPK, Busyro Muqoddas, di Jakarta. Namun, dia tidak mengungkapkan informasi lebih jauh identitas penyidik KPK dimaksud. Seperti apa hubungan itu? “Ya hubungan ala anak-anak muda lah.”

Tetapi dia menegaskan bahwa penyidik tersebut tidak terkait dengan kasus suap wisma atlet. “Dia tidak ikut periksa kasusnya.” 

Menurut Busyro, KPK sudah melihat indikasi hubungan asmara antara mantan Putri Indonesia tahun 2001, yang kini berprofesi sebagai anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu dengan si penyidik. KPK berupaya keras agar tidak ada kepentingan apapun di balik hubungan asmara antara penyidik dengan janda mendiang Adjie Massaid itu.

“Kami sudah mencegah semua itu. Kami cegah secara maksimal,” kata Busyro yang tak lama lagi menanggalkan jabatannya sebagai Ketua KPK.

Meski demikian, menurut Busyro, KPK pun sudah berencana mengembalikan Kompol B itu ke kesatuan asalnya, Polri. “Saat ini sedang dalam proses,” ujarnya.

Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua, mengaku masih menunggu laporan dari Pengawas Internal KPK. Sehingga, Kompol B itu belum dapat disidang mengenai kode etik pegawai KPK.

Apa sanksinya? Menurut Abdullah, sesuai peraturan, bisa dipecat diskorsing atau diperingatkan. “Nah yang paling ringan sekali dipulangkan ke institusinya tapi kita tunggu dulu laporan PI,” kata Abdullah saat dihubungi VIVAnews.com.

Kompol B diduga melanggar Peraturan KPK Nomor 05 P.KPK Tahun 2006 Tentang Kode Etik Pegawai Pimpinan KPK. Dalam Pasal 7 ayat (2) huruf d Bab V tentang Kode Etik, menyebutkan bahwa Pegawai KPK dilarang berhubungan secara langsung maupun  tidak langsung dengan  terdakwa, tersangka dan calon tersangka atau keluarganya atau pihak lain yang terkait, yang penanganan kasusnya sedang diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kecuali oleh pegawai yang melaksanakan tugas karena perintah jabatan.

Twitter Terbaru

Comments

  1. namanya juga cinta, ada motif atau tidak siapa yang tahu. mereka yang merasakan sendiri yang tahu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: