AS ANCAM NEGARA-NEGARA YANG ANTI HOMOSEKSUAL

 

Amerika Serikat secara terbuka menyatakan akan melawan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum gay dan lesbian (baca: homoseksual) meski itu di luar Amerika Serikat. Mereka akan menggunakan bantuan luar negeri dan diplomasi untuk mendorong apa yang mereka sebut sebagai reformasi. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengatakan hal itu kepada para diplomat dalam sidang PBB di Jenewa, Swiss, Selasa kemarin. Secara lantang dia menyebutkan bahwa “hak-hak gay adalah hak asasi manusia”.

Sebuah memo dari pemerintahan Presiden Obama memerintahkan badan-badan pemerintah AS untuk mempertimbangkan hak-hak gay ketika membuat keputusan bantuan dan suaka. Kebijakan serupa sudah ada untuk kesetaraan gender dan kekerasan etnis. “Bukanlah sebuah kejahatan menjadi gay”  kata Nyonya Clinton di Jenewa. Dia menambahkan bahwa tradisi budaya suatu negara atau agama tidak boleh menjadi alasan diskriminasi.

Saat Hillary berbicara, diantara diplomat yang hadir terdapat perwakilan dari negara yang menempatkan homoseksualitas sebagai tindak pidana. Banyak duta besar bergegas keluar ruangan usai Nyonya Clinton berbicara, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press. “Realitas Manusia” begitu judul kampanye seperti dikutip dari Gedung Putih sebagai “strategi pemerintah AS yang pertama untuk memerangi pelanggaran hak asasi manusia terhadap gay dan lesbian di luar negeri”. Kampanye ini juga dilihat sebagai bagian dari langkah pemerintahan Obama menjangkau kaum gay dan lesbian menjelang pemilu tahun depan.

Memorandum resmi ini memang belum sejalan dengan kebijakan negara-negara yang dianggap Amerika memiliki catatan buruk pada hak-hak gay. Tapi kampanye kali ini memungkinkan badan-badan AS yang bekerja di luar negeri untuk berkonsultasi dengan organisasi-organisasi internasional tentang diskriminasi. “Orang-orang gay yang lahir milik setiap masyarakat di dunia,” kata Nyonya Clinton di Jenewa. “Menjadi gay adalah bukan penemuan Barat. Ini adalah realitas manusia..”

Kebijakan baru bisa menjadi kendala dalam merumuskan kebijakan AS terhadap beberapa sekutu tetap dan kekuatan-kekuatan regional. Tahun ini sejumlah laporan menyebutkan tentang pidana yang dijatuhkan pemerintah Arab Saudi terhadap kaum gay, padahal seperti diketahui Arab Saudi merupakan sekutu dekat AS di wilayah Timur Tengah. Negara melarang homoseksualitas secara langsung. Afghanistan juga melarang aktivitas homoseksual, dan laporan yang sama menemukan bahwa pihak berwenang “secara sporadis” menegakkan larangan itu.

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: