PRESDIR RIM (BLACKBERRY) INDONESIA BISA DIDEPORTASI

 

Antrian Blackberry yang Berakhir Rusuh

Polisi menetapkan Presiden Direktur Research in Motion (RIM) Indonesia, Andi Cobham sebagai tersangka. Cobham dianggap bertanggungjawab terjadinya kericuhan antrean BlackBerry 9790 atau Belagio di Pacific Place, Jakarta, Jumat (25/11) lalu.Bos penyedia layanan BlackBerry di Indonesia ini dianggap lalai melakukan pengawasan sehingga antrian itu mengakibatkan tiga orang menderita patah tulang dan 90 orang pingsan serta cedera karena berdesak-desakan.

“Tersangka baru yaitu Andi alias Andrew. Ia adalah Presiden Direktur RIM Indonesia,” kata Kepala Polres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto, Minggu (4/12). Cobham harus bertanggung jawab atas kericuhan yang mengakibatkan orang lain terluka. Meski yang bersangkutan merupakan warga negara asing, kepolisian belum perlu melakukan langkah yang mengarah ke deportasi.

Pasalnya, ia hanya dikenai pidana tentang kelalain.Andi ditetapkan sebagai tersangka menyusul tiga tersangka lainnya, yakni Edwin dari panitia acara (event organizer), Markus dari pihak Pacific Place, dan Terry Burki dari pihak konsultan keamanan yang ditunjuk RIM. Seluruh tersangka dikenai Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain terluka.”Seluruh tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Hanya dikenai wajib lapor,” kata Kombes Pol Imam.

Seperti diberitakan, pihak RIM mengadakan promo harga khusus pada acara penjualan perdana produk BlackBerry Bold 9790 atau Bellagio terbaru pada Jumat (25/11) di Pacific Place, kawasan Sudirman Central Business Districk (SCBD). Harga BlackBerry Bellagio yang standarnya mencapai Rp 4,6 juta didiskon sampai hanya Rp 2,3 juta per unitnya. Hal ini membuat ribuan masyarakat tergiur dan mendatangi acara promosi itu.

Sayangnya, panitia tidak menyangka pengunjung yang hadir membeludak, bahkan sudah melebihi jumlah produk yang dijual.

Twitter Terbaru

Comments

  1. Segitu besarnya naimo masyarakat kita akan barang tekhnologi. tetapi apakah mereka menggunakan barang-barang mewah tersebut sesuai dengan fungsinya saja atau hanya untuk gaya-gayaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: