KORBAN TEMBOK RUBUH DITOLAK RUMAH SAKIT

Mengenaskan sekali nasib Salma Daeng Kenang, salah seorang korban tembok ambruk milik salah satu perumahan mewah di Kelurahan Sinrijala, Panakkukang. Tulang pinggulnya patah akibat kejadian ini. Saat berada di rumah sakit dirinya justru diminta untuk operasi dan membayar biayanya.

Karena itu, dia mengambil keputusan untuk meninggalkan Rumah Sakit Faisal. Pasalnya, usai mengamati luka yang dialami dirinya oleh tim dokter rumah sakit meminta agar dirinya harus dioperasi. Lantaran, mengaku tidak memiliki uang dirinya pun batal untuk dioperasi.

Harapannya untuk mendapat pertolongan-pun sirna. “Saya ini orang kecil tidak punya uang. Kenapa harus dimintai uang lagi untuk bayar operasi. Lebih baik saya pilih pakai tukang urut saja. Ka ituji yang saya sanggupi,” katanya, saat ditemui di salah satu rumah keluarganya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dalam kejadian ini, tulang pinggul sebelah kirinya patah. Saat kejadian dirinya terjepit batu dan balok. Balok ini dapat dikatakan menjadi penolong dirinya dalam peristiwa ini. Balok tersebut menutupi bagian bagian kepalanya. Karenanya, beberapa bongkahan batu dan tanah tidak langsung menutupinya.

“Waktu kejadian saya mau ambil air. Tapi, mauka ambil anakku. Tiba-tiba sudah jatuhmi seperti itu,” tandasnya. Sambil mencari-cari anaknya. Anak yang didapatkannya dari suaminya, Dg Kulle, yakni, M Syaiful. Dia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dalam kejadian ini Syaiful, meninggal dunia. Hanya saja pihak keluarga belum berkenan untuk mengabarkan kondisi terakhir anaknya. Anaknya, kini disemayamkan di salah satu rumah keluarganya yang tidak jauh dari dirinya berada. “Iniji (tulang pinggulku) yang sakit. Kalau bisak jalan, mauka liatki anakku. Selamatji kodong,” bebernya.

Wakil Walikota Makassar, Supomo Guntur, menepis jika pihak rumah sakit menelantarkan pasien dengan menolak perawatannya dikarenakan tidak memiliki biaya. “Tidak benar itu. Dia pulang karena minta untuk diurut. Seluruh biaya rumah sakit untuk korban ini, pemerintah yang tanggung. Saya juga minta agar pihak rumah sakit tidak meminta biaya-biaya kepada korban ini,” paparnya.

Twitter Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: