AYO IKUT GERAKAN INDONESIA MENGAJAR

Gerakan Indonesia Mengajar kembali memberangkatkan 47 pengajar muda untuk berpartisipasi dalam mendidik masyarakat di pelosok-pelosok Indonesia menyusul 123 pengajar muda sebelumnya.
     
Pendiri Yayasan Gerakan Indonesia, Anis Baswedan mengatakan para pengajar muda tersebut berangkat awal bulan lalu.
     
Mereka akan ditempatkan di daerah pelosok yaitu Kabupaten Bengkalis (Riau), Tulang Bawang Barat (Lampung), Paser (Kalimantan Timur), Majene (sulawesi Barat) dan Halmahera (Maluku Utara).
     
Anis mengatakan, Gerakan Indonesia Mengajar merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di berbagai pelosok tanah air terutama di daerah-daerah terpencil dengan menempatkan para pengajar muda berkualitas.
     
Menurut Anis, rendahnya kualitas guru atau pengajar menjadi salah satu kendala utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pelosok-pelosok daerah.
     
Anis menambahkan, urusan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. “Pendidikan bukan sekedar program pemerintah, sekolah atau guru. Pendidikan harus melibatkan semua orang karena mendidik adalah tugas setiap orang terdidik,” katanya.
    
Sampai dengan saat ini, program Indonesia Mengajar telah menjangkau 18.003 siswa yang tersebar di 117 desa di 14 Kabupaten di 14 Provinsi.
    
Sementara itu, para pengajar Indonesia diseleksi dengan ketat sebelum diberangkatan. Pada seleksi kali ini terdapat 5.266 pendaftar, namun hanya terpilih 47 orang.
    
Mereka yang terpilih merupakan sarjana dengan kualitas IPK minimal tiga, memiliki jiwa kepemimpinan, bersemangat untuk mengajar, mau ditempatkan ke pelosok selama setahun, berumur di bawah 25 tahun.
    
Wakil Presiden Boediono dalam sambutanya saat menerima 47 pengajar muda memberikan apresiasi dan optimisitis atas program Indonesia Mengajar.
    
“Saya merasa ini kehormatan sekali lagi setiap kali Saudara Anies meminta saya ikut melepas adik-adik untuk mengajar di pelosok-pelosok ini, hati saya kembali tersentuh, merasa optimis sekali, Indonesia masih punya generasi muda yang bersedia untuk dapat berbakti pada bangsanya, sesuatu yang sangat membahagiakan saya,” kata Wapres.
    
Menurut Wapres, program ini adalah suatu kebutuhan untuk menggodok para pemimpin-pemimpin masa depan. Indonesai Mengajar, menurut Wapres, selain memberikan kontribusi dalam mendidik masyarakat, juga menjadikan generasi muda memahami daerah-daerah di pelosok Indonesia.
    
“Indonesia mengajar itu salah satu program kepemimpinan kita untuk menggodok pemimpin masa depan, salah satunya adalah dengan mengerti kehidupan di pelosok sana, mengerti kebutuhan  masyarakat di sana, mengerti bagaimana berkomunikasi dan mendengarkan kebutuhan di masyarakat grass root sana,” kata Wapres.

Twitter Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: