JERMAN LARANG SISWA SHALAT DI SEKOLAH, JIKA….

Pelajar Muslim di Jerman

Pengadilan Federal Administrasi Jerman, Rabu, mengeluarkan keputusan yang melarang siswa Muslim shalat di sekolah. Namun keputusan itu dengan syarat : “Jika menimbulkan konflik di sekolah tersebut”.

Keputusan ini memperkuat keputusan pengadilan rendah sebelumnya yang menolak permintaan siswa Muslim untuk mendirikan mushala di SMA Berlin. Pengadilan Federal Administrasi menegaskan, bukan berarti melarang siswa untuk shalat saat istirahat. Shalat baru dilarang jika ibadah itu bisa menyebabkan konflik religius di sekolah. Selain itu, menurut pengadilan tersebut, pendirian mushala di SMA Berlin berada di luar kapasitas tampung sekolah.

Keluarnya keputusan tersebut bermula dari M. Yunus, siswa berumur 14 tahun yang dilarang shalat Dzuhur di koridor SMA Berlin. “Saya pikir kasus tersebut telah mempengaruhi kedua belah pihak. Sekarang, kita sudah hampir mencapai tahap final. Namun sekarang berubah menjadi perdebatan politik,” kata Pengurus Dewan Pusat Muslim di Jerman, Aiman Mazyek.

Namun sikap berbeda ditunjukkan Presiden Republik Federal Jerman,  Christian Wulff saat berkunjung di Jakarta. Presiden Wulff saat itu memberikan keterangn pers bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Kamis (1/12). Menurtnya, Pemerintah Jerman menginginkan agar hubungan kaum muslim negara itu dengan Indonesia semakin erat. Keinginan ini bukan tanpa alasan, mengingat  Jerman sudah menjadikan Islam sebagai bagian dari Negara itu. “Kami ingin lebih erat lagi antara kaum Muslim di Jerman dan Indonesia” kata Presiden

Presiden Christian Wulff mengusulkan pembentukan forum khusus yang beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat dua negara, untuk saling memberikan masukan mengenai Islam yang jumlah pemeluknya di Jerman semakin bertambah.  “Islam bagian dari Jerman. Saya mengusulkan ada forum yang bisa memberikan masukan ke kita. Kelompok penasehat itu bisa diduduki orang-orang di luar politik,” ujar Presiden Wulff.

Jerman juga memuji kehidupan beragama di Indonesia. Kebebasan dalam memilih agama di dalam negeri menjadi telah dalam pengembangan demokrasi. “Kalau kita membantu agama di sana maka dunia akan semakin damai,” ujarnya.

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: