NOMINATOR FFI 2011 : PRISIA NASUTION, SANG PENARI

Prisia Nasution, Pemeran Srintil di Sang Penari

Prisia Nasution, Pemeran Srintil di Sang Penari

Wajah manis perempuan ini sering wara-wiri di layar televisi. Dia sering membintangi FTV ataupun menjadi presenter acara. Tahun ini, aktingnya yg apik membuatnya masuk dalam jajaran nominasi aktris terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011. Siapa sebenarnya perempuan yang akrab disapa Pia ini?

Meski berkecimpung di dunia hiburan, penampilan Prisia Nasution, 27, tidak seheboh artis-artis lain ketika menghadiri sebuah acara. Make-up-nya minimalis, tetapi pas dengan wajahnya. Pakaiannya kasual, tetapi sesuai dengan perawakannya yang berukuran 172 cm/55 kg.

Rambut hitam tebalnya hanya dikucir kuda. Semuanya pas, tidak berlebihan. Kesan artis yang penuh dengan aksesori serba glamor sangat jauh dari Pia. Rabu lalu (2/11), ketika menghadiri promo film terbarunya, Sang Penari, dia juga terlihat begitu. Film tersebut adalah debut layar lebar perempuan dengan nama lahir Prisia Wulansari Nasution itu.

Pia menyatakan, sebetulnya banyak sekali tawaran film yang menghampiri sejak dirinya terjun ke layar televisi, tetapi belum ada yang diterima selain Sang Penari. Dia mengatakan sebenarnya sangat mau main film, tetapi harus benar-benar memilih.

”Kalau cuma main seadanya, mending main FTV saja. Menurut saya, kalau mau diangkat sebagai karya, carilah sesuatu yang benar-benar spesial. Yang nggak kacangan,” terang Pia.

Wajah Pia mulai muncul di layar televisi pada awal 2000-an. Dia pernah mengikuti ajang pencarian model MTV Ajang Ajeng. Karirnya di dunia hiburan diawali dari modeling. Pada 2003, dia mengikuti ajang Look Model Hunt dan menjadi juara pertama.

Setelah itu, dia menjadi bintang iklan. Namun, setelah itu dia seperti hilang dari dunia hiburan sampai akhirnya ”muncul” lagi dengan memandu acara Lensa Olahraga dan Termehek-mehek. Selanjutnya, dia main FTV, lalu sekarang membintangi serial TV Laskar Pelangi sebagai Ibu Muslimah dan film layar lebar Sang Penari.

Kalau dilihat dari riwayat hidup perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juni 1984, tersebut, apa yang dilakukan tidak pernah berada dalam satu bidang. Sebelum menjadi model, Pia adalah seorang atlet pencak silat. ”Saya dulu atlet pencak silat. Kalau ditanya kenapa bisa jadi begini sekarang, he he.. ceritanya panjang. Tapi, intinya, nggak sengaja,” ucap dia sambil senyum-senyum.

Pia menekuni pencak silat sejak SMP. Sejumlah prestasi dia catat. Pia pernah mendapatkan medali emas untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, dan Kejuaraan Internasional Perisai Diri. Tanpa disangka, seorang teman menawari Pia untuk menjadi model catwalk sepulang dari mengikuti pertandingan nasional mahasiswa. Iseng, Pia menerima tawaran tersebut.

”Lumayan buat nambah uang jajan. Kaget juga sih awalnya, hah, ini apaan harus jalan di catwalk begini. Mana badan masih biru, benjut habis pertandingan. Disuruh pakai high heels segala. Tapi, ya sudahlah, dijalani aja,” ungkap dia. Ikut ajang model search pun, Pia tidak menyangka bahwa dirinya bakal menjadi pemenang. ”Saya nggak tahu apa kriterianya waktu itu, pokoknya saya menang aja,” lanjutnya, lalu tertawa.

Karena alasan pendidikan, alumnus Northport High School, Washington, Amerika Serikat, 2002 itu memilih tidak menekuni dengan serius bidang modeling. Pia memilih mengambil kuliah di Swiss German University pada jurusan teknologi informasi (TI). Karena kuliah tersebut merupakan program dual degree, dia pernah berkuliah di Jerman.

”Karena kuliah, harus bolak-balik Jakarta- Jerman, saya nggak mau pikiran kepecah pecah. Saya nggak mau kuliah mundur karena masalah beginian. Dulu, saya juga nggak tahu bahwa ternyata karir saya di dunia hiburan. Saya kuliah ambil jurusan TI. Itu mikirnya untuk masa depan. Kirain kerjaannya juga di bidang TI, sesuai sama ilmu yang saya pelajari. Eh, ternyata malah jadinya begini. Nggak nyambung semua, kan,” ujar dia.

Berhenti Modeling
Setelah lulus kuliah, Prisia Nasution tidak lagi menekuni dunia modeling yang pernah dilakoni. Dia lebih memilih berakting. Perempuan yang biasa dipanggil Pia tersebut punya alasan sendiri melakukan itu.

”Aduh, kalau modeling, gimana ya. Saya bangga dengan postur saya. Karena ikut pencak silat, badan jadi atletis, tegap. Bagus menurut saya. Tapi, kok di modeling semua itu jadi kekurangan. Kaki kurang kecil lah, tangan kegedean lah. Kok saya jadi tidak menghargai diri sendiri. Jadi, ya nggak diteruskan,” ucap dia.

Selain itu, perempuan yang punya hobi melukis tersebut menyatakan tidak percaya diri menjadi model. Apalagi kalau sedang berjalan di catwalk, lalu dilihat banyak orang. Karena itu, melepaskan modeling tidak membuat dia menyesal. Sedikit sesal justru tebersit setelah dia berhenti dari pencak silat. Sebab, olahraga tersebut dia tekuni sejak kecil.

”Sempat ada sesal, itu kan sejak kecil dilakukan. Tapi,  kan sekarang tidak ada waktu. Atlet juga mentok umur,” terang Pia, yang berhenti dari pencak silat pada 2007.

Profil :
Call: Pia
Place / Date of Birth: Jakarta, June 1, 1984
Parents: Robert & Siti Sundari Nasution
History Education: Kindergarten Pearl kak deposit, SD budiwaluyo + yapenka, SMP 68, SMA 34, Northport WA highschool, Swiss German University
Hobbies: Basketball, Silat, Oil Painting, Piano, Classical Music, Drawing, Main course FTV
Favorite Books: einstein aja ngga tau, a child called it, five days in paris, comic books, good novels., A Child Called it, five days in paris, comic books, good novels ..
About Me: mmm .. I prefer other people tell me about me … but the basic .. I like

Twitter Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: